My Blog

Share dan Care Kami Berdua, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Share dan Care Kami Berdua, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Kami Ingin Selamanya, Satu Suami Satu Istri Sampai Mati (Ikang Fawzi & Marissa Haque)

Bahasa Kasih Ikang Fawzi untuk Marissa Haque Istrinya

Bahasa Kasih Ikang Fawzi untuk Marissa Haque Istrinya
Bahasa Kasih Ikang Fawzi untuk Marissa Haque Istrinya

Dipeluk Sayang oleh Ikang Fawzi Suamiku

Dipeluk Sayang oleh Ikang Fawzi Suamiku
Ingin Selalu Dekat dengan Jantung Hati Suamiku Ikang Fawzi: Marissa Haque

Untuk My Love Ikang Fawzi

Untuk My Love Ikang Fawzi
Ungkapkan I Love You, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Tebet Timur

Bella Fawzi & Chikita Fawzi

Bella Fawzi & Chikita Fawzi
Bella Fawzi & Chikita Fawzi Pasukan Pendoa Setia Suamiku Ikang Fawzi: Marissa Haque

Intelektual Indonesia Bung Hatta

Intelektual Indonesia Bung Hatta
Bung Hatta Idola Ikang Fawzi & Marissa Haque

My Beloved & Handsome Husband Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi)

My Beloved & Handsome Husband Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi)
Handsome Ikang Fawzi at the Pelangi Bintaro No. 9, Jl WR Supratman, Banten

Minggu, 14 November 2010

Satu Istri Satu Suami Sampai Mati: Perlawanan Kami atas Black Campaign Timses Airin Rachmi Diany di Tangsel 2010




Sapa Kasih untuk Uni Linda Djalil di www.kompasiana.com

Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com/2010/11/14/peduli-lingkungan-lahir-bathin-di-tangsel-2010-marissa-haque-fawzi/#more-28

Bertemu Linda Djalil yang masih manis dan ramah di Citos (Cilandak Town Square), Jakarta Selatan sekitar dua minggu lalu. Bersama Alfian Sekjen PITA Tangsel dan Ine Sepri-ku saya sedang menuju sebuah café disana dalam rangka menghadiri sebuah rapat tertutup bersama tim penyandang dana Andre Taulani dan Bang Arsyid plus tim penyandang dana tim Pak Yayat dan Mas Norodom. Mbak Linda saya saksikan sedang sangat asyik serta aktif memasarkan teri balado ala Padang yang saya coba tester-nya lezat ternyata sekali, termasuk brosur salon muslimah mbak Linda di Bintaro, Tangsel.

Ini respon saya kedua setelah lagi-lagi tertegun dengan ekspresi tulisannya yang manis-menggelitik-menghujam. Namun karena seorang Linda Djalil yang saya kenal sangat manis hati dan lembut bahasa, maka saya santai saja membaca respon tulisannya di kompasiana.com tulisan dari seorang kompasianer yang sejak dulu memang tidak pernah ramah terhadap tulisan kritik pada pemerintah sekarang. Tulisan orang tersebut beralamat di: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque/

Kompasiana memang awalnya ditujukan sebagai rumah sehat jurnalistik masyarakat/citizen journalism. Namun dalam perkembangannya saya melihat rumah kompasiana.com dipakai sebagai alat/tool/instrument dari kader-kader 2 (dua) partai besar terntentu didalam memsarkan dirinya bagi kepentingan Pilkada/Pemilukada daerah tertentu. Sehingga kebercenderungan dari admin kompasiana.com tidak saya lihat netral adanya! Bahkan admin tertentu kompasiana.com sendiri sangat ‘tipis kupingnya’ alias anti kritik dari anggota kompasianers lainnya.

Terkait dengan blog pribadi saya dengan alamat di blogdetik.com, adlaah ekspresi pribadi yang tidak senang ada aurat perempuan—maaf payudara Vina Panduwinata—yang menempel erat dalam posisi/kondisi 3/4 telanjang pada dada suami saya Ikang Fawzi. Adalah hak seorang istri untuk menyatakan keberatannya. Setelah saya utarakan langsung kepada sang pemilik payudara, yang bersangkutan merasa keberatan dengan menyatakan itu adalah hak dia untuk berpakaian seperti apapun. Saya katakan kembali pada yang bersangkutan bahwa silahkan saja dia tidak pakai baju sekalipun lalu menempelkan aurat didadanya pada lelaki-lelaki lain/suami-suami orang lain, asalkan: “jangan lakukan lagi kepada Ikang Fawzi suami saya!”, demikian jawabku kemarin dulu itu.

Bilamana mbak Linda Djalil bersepakat dengan cara berbusana/life style Vina Panduwinata antara lain dengan menempelkan payudaranya pada suami perempuan lain, yah…silahkan saja! Karena itu selera dan hak anda mbak Linda Djalil. Begitu juga dengan sang author dengan alamat: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque, juga saya persilahkan saja bila ingin dalam waktu dekat Vina Panduwinata menempelkan payudaranya kedada anda Bung!

Namun sekali lagi hak saya Marissa Grace binti Haque sebagai istri Ikang Fawzi untuk mengatakan: ”TIDAK! terhadap payudara ¾ telanjang perempuan non-muhrim dari sudut dunia manapun untuk ditempelkannya kedada Ikang Fawzi suamiku.” Terkecuali jika Ikang Fawzi bukan lagi menjadi suami saya, itu terserah saja kepada yang bersangkutan. Karena saya yakini siapapun perempuan normal didunia ini tidak ingin suaminya terangsang secara seksual terhadap perempuan lain selain dirinya.

Alhamdulillah sangat banyak dukungan datang kepada saya atas sikap saya ini. Kalau ada yang negatif itu datang—saya duga—dari timses pasangan nomor 4 Airin Rachmi Diany dengan nama Ocil dan Amaruzzaman dengan domisili di Tangerang, Banten karena kuatir atas ‘gerakan bawah tanah’ melawan kedzoliman berkelanjutan di Banten yang ingin secara mutlak menguasai hajat hidup masyarakat Banten secara luas dan berkelanjutan! Kami memang tak henti selama 3 (tiga) bulan belakangan ini mengusung gerakan “ Say NO to Airin Rachmi Diany!”

Kami memang sedang berjuang membantu Tangsel (Tangerang Selatan) terbebaskan dari ‘penjajahan’ seseorang yang mengaku sebagai “Gubernur Jendral van Banten” melalui anak-cucu serta sanak familinya dalam menguasai sepotong wilayah NKRI bernama Propinsi Banten.

Menjawab pertanyaan tulisan si Bung tersebut diatas… hehe…itu kan tulisan tertanggal 19 Agustus lalu …bassssiiii….deeeeh…! sekarang sudah bulan November! Kok setelah lewat masa 4 (emlat) bulan baru bergaung??? Jadi ingat kebiasaan buruk timses grup tertentu saat Pilkada Banten 2006 lalu terkait membuat kampanye hitam/black campaign terhadap saya dan Dr. Zulkieflimansyah dari PKS. Lha, kalaulah betul anda bukan ‘sendok-garpu’ pasangan nomor 4 yang sedang kami perangi agar jangan jadi pemimpin di Tangsel, maka seharusnya… tunjukkan netraliatas anda Bung! Jangan berat sebelah kalau menulis ya? Kasihan rakyat Indonesia sudah kenyang diadu-domba. Karya anda dalam membuat black campaign untuk warga Tangsel ‘teramat-sangat-keliwat’ nggak ngaruh deeeeeh… Warga Tangsel sudah cerdas, dan mereka 51% adalah masyarakat akademik yang nalar lojik-moral-spiritual-nya mumpuni. Jadi sebaiknya jangan buang energi anda untuk sesuatu yang mudlarat! Itu saja sepenggal pesan sederhana saya untuk anda dimanapun anda sedang berada. Saya memaafkan anda… Allahu Akbar! Kita belum medekaaaa…

Fwd: komentar Uni Linda Djalil mantan wartawati Tempo beralamat di: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque/

Selasa, 09 November 2010

Manajemen Kendali Mutu Pernikahan Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque


cinta_sampai_mati_ikang_fawzi_dan_marissa_haque_di_bintaro_tangsel_jpg
(Tulisan 1)
Menuju pertahanan pernikahan seperempat abad, sangatlah tidak mudah. Asam-masin-asin-pahit perjalannya menuju Muara-Nya Sang Kekasih Abadi tidaklah sesederhana seperti saat ijab dan Kabul kami berdua ikrarkan dengan sepenuh cinta dan kasih. Asa dan rasa cintapun teruji dalam fluktuasinya, kadang berada pada posisi ektrim atas bahkan tak kurang beberapa kali pada posisi di bawah angka tengah.
Saya Marissa Grace anak Bapak Haji Allen Haque menerima nikah dari Ahmad Zulfikar anak Bapak Haji Fawzi Abdulrani dua kali dalam kehidupanku.
Bukan karena kami pernah bercerai, namun yang pertama didalam pernikahan siri kami pada tahun sebelum pernikahan resmi kami dimuka penghulu, pada tanggal 12 April 1987 lalu di Jakarta dengan disaksikan kedua belah pihak keluarga lengkap kami—minus almarhumah ibu Yuya (Setia Nurul Muliawati binti Moe’min) ibunda Ikang suamiku dan banyak kerabat, sahabat, serta handai taulan kami berdua.
Tak ada yang istimewa sekali saat itu kecual kami berdua selalu ingin bersama, berdua, kemana-mana berdua, pokoknya berdua… seakan dunia ini isinya hanya kami berdua…
Hingga tiba saatnya setelah Isabella Muliawati dan Marsha Chikita kedua anak kami lahir, ada saat tertentu dimana saya merasa sangat ingin sendirian, dan Ikang juga ingin sendirian. Lalu kamipun sibuk membesarkan anak dan mengembangkan usaha kami masing-masing. Ikang dibidang real estate dan saya dibidang perfilman dan televisi.
Lalu tibalah saat yang paling menggelisahkan dimasa economic down fall seiring kejahuan rezim Orde Baru bersamaan dengan kejadian riots di Jakarta. Hancurnya kantor filmku tiga lantai di depan Plaza Bintaro Jaya. Molornya pembayaran piutang dari SCTV dan RCTI, terkena imbas bunga bank sangat mencekik, setiap pengusaha disaat itu frustasi dan depresi. Perkawinan kami terkena dampaknya. Kami suami-istri berjuang menyelamatkan asset yang tersisa bagi pembayaran kembali kredit usaha kami. Restrukturisasi organisasi di perusahaan kami masing-masing menjadi tak terhindarkan. Bisnis Ikang suamiku yang terkena dampak paling keras. Bahkan muncul anekdot disaat itu yang mengatakan bahwa dibandingkan antara Pak Ciputra dan Pak Supirnya terkait dengan asset kekayaan mereka, maka supirnyalah yang lebih kaya. Karena supirnya beraset nol dan Pak Ciputra beraset minus.
Lalu ketika mencapai masa transisi, kami menjadi lebih arif dan mulai agak tenang menghadapi kehidupan, Terutama ketika kami berdua mulai menyadari bahwa hidup kami akan menjadi lebih berarti bilamana kami mampu meningkatkan kemampuan kognisi melalui pencapaian akademik. Saya kembali kekampus lokal, lalu kampus luar negri, lalu kembali lagi kekampus lokal, dan belakangan bersama berdua kami memilih kampus yang sama dan mempelajari bidang yang sama yaitu pada Fakultas Ekonomi-bisnis di UGM, Jakarta-Yogyakarta. Namun karena bakat dan minat Ikang dengan saya berbeda, maka bidang Ikang berada pada kajian ekonomi makro sesuai dengan domain bisnisnya dibidang real estate management dengan fokus pada bidang sangat specific yaitu property-tainment. Fokus pada Corporate Strategic adalah cita-cita lama Ikang fawzi suamiku. Dan Ikang ingin menjadi ahlinya dibidang tersebut. Sementara saya pribadi sejak dahulu selalu lebih tertarik dan lebih punya hati pada bidang ekonomi mikro dengankonsentrasi pada bidang LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Syariah yang biasa disebut dengan BMT (Baitul Maal wa Tamwil).
ikang_fawzi_dan_marissa_haque_disaat_pacaran_dulu_1983Faktor Eksternalitas dan Internalitas
Didalam mengidentifikasi CP (Competitive Profile) sebuah perusahaan pada pendekatan stratejik, kita membuat SWOT analysis, yang terdiri dari elemen S: Strength/Kekuatan; W: Weakness/Kelemahan; O: Opportunity/Peluang; T: Threat/Ancaman. Pernikahan kami dimulai dengan menghitung semuanya secara kualitatif yang kami kuantifikasi—karena tidak semua hal memiliki/embedded dengan ‘price’ namun ber-value, sehingga harus dikuantifikasi akan dapat dibobot/weighted. Karena kami sadar disaat kedua dari kami growing mature, kami tinggal menuju masa decline dan going obsolete/archaic atau usang! Usang dalam usia, karir, kharisma, kegantengan, kecantikan, dan lain sebagainya. Mau tak mau kami berdua mulai menata diri menuju masa depan yang mungkin tidak terlalu banyak tersisa lagi. Mengidentifikasi seluruh faktor dari eksternalitas dan internalitas, baik yang terkendali mapun yang tak terkendali seluruh competitive forces yang ada/muncul, tentu tanpa terkecuali!
(bersambung)

Kamis, 21 Oktober 2010

HUT Walhi & Pernyataan Sikapku terkait Kejahatan Illegal logging di Provinsi Riau: Marissa Haque

ASAS FORUM PREVILEGIATUM

Sumber:http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau

Terimakasih banyak Mas Kaka dari WALHI & adinda Oji adikku aktivis Muhammadiyah di Provinsi Riau yang disayang Allah... May God bless you my brothers in faith...

Tribunnews.com - Minggu, 17 Oktober 2010, 20:10 WIB, Kompas

Marissa Haque, Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Artis yang juga pegiat lingkungan hidup, Marissa Haque, menjadi pembicara dalam acara Dialog Publik Pulihkan Riau Pulihkan Indonesia Tiga Dekade Walhi, 1980-2010, Minggu (17/10/2010) di Taman Kota Pekanbaru.


Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.

"Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan," kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini.

Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

"Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi," kata Icha, panggilan akrabnya.

Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. "Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau," ajak Icha.(*)

Editor : Juang_Naibaho
Source : Tribun Pekanbaru

Rabu, 20 Oktober 2010

RBT dalam Artis Indonesia Mengganggu Idealisme Membuat Album: Ikang Fawzi

Music News
Rabu, 20 Oktober 2010 12:05 Ikang Fawzi Tersinggung Dengan Adanya RBT

Ikang Fauzi
Fenomena Ring Back Tone (RBT) yang saat ini menjadi bagian dari dunia musik memang tak bisa dihindari. Namun sebagian musisi menilai adanya RBT malah merendahkan kemampuan mereka. Salah satunya adalah penyanyi rock yang populer di tahun 1980-an Ikang Fawzi.
"Kita memang punya ideologis kok musik direndahkan cuma buat RBT doang. Sebagai musisi gue sangat tersinggung dengan adanya teknologi itu. Karena di Barat itu enggak ada, di Indonesia terpaksa melakukan itu, katakanlah diarahkan buat RBT aja. Malah ada bikin lagu buat RBT doang, itu sedih sekali," papar Ikang Fawzi ditemui di Hard Rock Cafe, EX Plaza, Jakarta Pusat, Senin (18/10).

Sangat menyedihkan melihat pendatang baru yang sengaja diarahkan hanya untuk membuat RBT saja, bukan menelurkan satu buah album. Namun lebih lanjut pria kelahiran, Jakarta 23 Oktober 1959 ini mengatakan fenomena RBT bisa juga dimanfaatkan untuk menawarkan warna musik yang berebda dari kebanyakan.

"Teknologi seperti ini enggak bisa kita musuhin, tapi bisa kita manfaatin. Sekarang makanya gue sama Gilang coba menawarkan rhythm yang baru. Saat lo denger pasti lo tahu nanti judul single nya yang pertama ini 'Marry Me' dengan irama medium pop," jelas Ikang.

Sekarang ini waktunya para musisi baik musisi yang sudah lama berkicimpun di dunia musik ataupun pendatang baru menunjukkan kualitas musik mereka, bukan hanya sekedar jumlah pendapatan RBT.

"Dalam kondisi sekarang harus bargain dan itu justru tantangan kita bagaimana kita bangkit menunjukan kualitas musik kita daripada kehilangan pendengar.kita," ucapnya.

Rabu, 26 Mei 2010

Tasawuf dalam Keputusan Hidup Ikang & Marissa

TASAWUF

Oleh : Annemarie Schimmel dalam Ikang Fawzi & Marissa Haque

DALAM pemahaman berbagai agama, nama seseorang mempunyai suatu kekuatan yang istimewa. Nama merupakan petunjuk, perlambang, simbol, representasi dari sebuah hasrat adiluhung yang dengan cara misterius mempengaruhi orang-orang yang diberi nama. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa kaum Muslim beranggapan bahwa nama Nabi mengandung suatu berkah yang sangat istimewa.

Muhammad dan Ahmad
Hassan bin Tsabit, penyair Nabi, dalam salah satu syairnya menunjukkan hubungan antara nama Muhammad dan mahmud, salah satu nama Allah. Muhammad adalah bentuk pasif-partisip dari bentuk kedua kata kerja hamada “memuji, menyanjung,” dan mengandung arti “(dia yang) patut dipuji, (orang yang) sering disanjung.” Mahmud adalah bentuk pasif-partisip dari bentuk pertama dari akar kata kerja yang sama, “(dia yang) dipuji, kepada siapa pujian ditujukan.” Karena surat pertama dalam al-Quran dimulai dengan Al-Hamdu lillah, “Segala puji bagi Allah”, maka Allah adalah “Yang patut dipuji,” yaitu mahmud par excellence. Al-Darimi, pengumpul hadis abad kesembilan, menjelaskan bahwa Nabi bernama Muhammad dan Ahmad. Umatnya adalah umat terpuji (hamd) yang ritus shalatnya dimulai dengan pujian (hamd).

Di antara nama-nama itu, Ahmad telah mendapatkan makna khusus dalam teologi Islam. Surat 61:5 menyatakan bahwa Allah akan “mengutus seorang nabi dengan nama Ahmad,” atau “yang namanya sangat patut dipuji.” Kalimat ini dianggap oleh kaum Muslim sebagai acuan kepada Paraclete yang kehadirannya telah diramalkan dalam Kitab Injil Yahya. Dengan penafsiran semacam itu, Ahmad menjadi diterima secara umum sebagai nama Nabi dalam Kitab Taurat dan Injil. Dalam Mastnawi-nya, Rumi mengatakan bahwa beberapa orang Kristen kuno suka mencium nama Ahmad dalam Injil.

Di samping nama-nama yang disebutkan oleh Nabi sendiri, kaum Muslim mengembangkan berbagai nama untuknya yang mereka katakan berasal dari al-Quran atau hadis. Tetapi bahkan sembilan puluh sembilan nama tampaknya tidaklah cukup bagi Nabi. Segera saja dua ratus nama dikemukakan satu demi satu, selanjutnya bahkan seribu nama. Kepercayaan umum menyatakan bahwa Nabi dipanggil dengan nama tertentu oleh setiap jenis makhluk. Para penyair juga tak henti-hentinya menemukan nama-nama baru bagi Nabi tercinta. Rangkaian julukan yang indah-indah ini, yang dikemukakan dengan sangat mencolok segera dikenal di mana-mana. Selanjutnya atribut-atribut Nabi sering digunakan sebagai nama-nama panggilan, baik secara sendiri-sendiri, atau dengan digabungkan.

Nama Nabi untuk Kelahiran Anak Laki-laki
Karena nama Muhammad mengandung berkah yang sangat kuat, setiap anak lelaki harus diberi nama itu, atau paling tidak salah kata jadiannya atau padanannya. Imam Ja’far al-Shadiq, Imam Keenam Syi’ah, menyatakan bahwa Allah akan menyeru pada Hari Kiamat: “Setiap orang yang bernama Muhammad hendaklah bangkit dan masuk surga!”

Tetapi penggunaan nama untuk setiap anak laki-laki juga mengandung aspek lain. Dikhawatirkan sejak tahun-tahun pertama Islam bahwa nama Nabi mungkin akan menjadi ternoda karena terus-menerus dipakai di kalangan orang beriman. Tentu saja, kaum Muslim juga memanggil anak-anak mereka dengan nama-nama dari para nabi terdahulu, seperti Musa, Sulaiman, atau ‘Isa. Tetapi, tidakkah menyakitkan hati jika kita mendengar para orangtua mencela putra mereka Muhammad, mengata-ngatainya, atau jika ada orang yang bernama Muhammad dinyatakan sebagai penipu atau pezina?

Satu cara untuk mengatasi kesulitan itu adalah dengan menambahkan satu kata penghormatan jika menyebunama Nabi, seperti misalnya sayyidina. Cara lainnya adalah dengan vokalisasi yang berbeda jika digunakan untuk manusia biasa. Orang juga mungkin memendekkan nama itu. Dengan demikian, kita tidak perlu takut menodai nama Nabi yang mulia.
Berikut ini adalah nama-nama mulia Muhammad saw:
• ‘Abduhu, Hamba-Nya (surat 17:1, 53:10)
• ‘Abdullâh, Hamba Allah
• ‘Âdil, Yang Adil
• ‘Âqib, Yang Mengikuti, Yang Terakhir
• Abthahî, Milik al-Bathha (daerah di seputar Makkah)
• Ahmad (surat 61:6)
• Âkhir, Terakhir. Juga sebuah nama Allah
• Amîn, Yang Terpercaya (surat 26:107, 81:21)
• Amîr, Pangeran, Pemimpin
• Aulâ’, Yang Lebih Patut, Yang Lebih Baik (surat 33:6)
• Awwal, Pertama. Juga sebuah nama Allah
• Azîz, Yang Mulia (surat 9:128). Juga sebuah nama Allah
• Basyîr, Pembawa Kabar-kabar Baik (surat 7:88)
• Bâthin, Yang Batin. Juga sebuah nama Allah
• Dâ’î, Penyeru (surat 33:46)
• Fâtih, Yang Membuka, Yang Menaklukkan
• Habîb Allâh, Sahabat Tercinta Allah
• Hâdî, Yang Memandu ke Kebenaran (surat 13:7)
• Hafî, Yang Tahu (surat 7:187)
• Hâfizh, Yang Menjaga. Juga sebuah nama Allah
• Hakîm, Yang Arif, Bijaksana. Juga sebuah nama Allah
• Hamid, Yang Memuji
• Hâ-mîm (permulaan surat 40:46)
• Haqq, Kebenaran (surat 3:86)
• Hârîsh ‘alaikum, Penuh Perhatian terhadap Anda (surat 9:128)
• Hasîb, Yang Mulia. Juga sebuah nama Allah
• Hâsyimî, Dari Keluarga HASyim
• Hâsyir, Yang Mengumpulkan Manusia (pada Hari Kiamat)
• Hijâzî, Dari Hijaz
• Jawwâd, Yang Pemurah
• Kalîm Allâh, Dia yang kepadanya Allah Berfirman (biasanya nama kehormatan Musa)
• Kâmil, Yang Sempurna
• Karîm, Yang Pemurah (surat 81:19). Juga sebuah nama Allah
• Khalîl, Sahabat Baik (biasanya nama kehormatan Ibrahim)
• Khâtam al-Anbiyâ’, Penutup Para Nabi (surat 33:40)
• Khâtim, Penutup (surat 33:40)
• Ma’lûm, Termasyhur
• Ma’mûn, Tepercaya
• Mad’û, Yang Diseru
• Mahdî, Yang Terbimbing Baik
• Mâhî, Yang Menghapus (kedurhakaan)
• Mahmûd, Yang Terpuji
• Manshûr, Yang Ditolong (oleh Allah), Yang Berjaya
• Masyhûd, Yang Tersaksikan
• Matîn, Yang Kukuh
• Mishbâh, Dian, Lampu (surat 24:35)
• Mubasysyir, Pembawa Kabar Baik (surat 33:45)
• Mubîn, Jelas, Nyata (surat 15:89)
• Mudatstsir, Yang Berselimut (surat 73:1)
• Mudharî, Dari Suku Mudhar
• Mudzakkir, Yang Mengingatkan
• Muhammad (surat 3:144, 33:40, 47:2, 48:29)
• Muharram, Yang Terlarang, Suci
• Mujîb, Yang Menjawab. Juga sebuah nama Allah
• Mujtabâ, Yang Terpilih
• Mukarram, Yang Mulia
• Munîr, Bercahaya (surat 33:46)
• Munjî, Yang Menyelamatkan, Yang Menyampaikan
• Muqtashid, Mengambil sebuah Jalan Tengah (surat 35:32)
• Murtadhâ, Yang Diridhai
• Mushaddiq, Yang Menyatakan Kebenaran (surat 2:101)
• Mushthafâ, Yang Terpilih
• Mutha’, Yang Ditaati (81:21)
• Muthahhar, Suci
• Muthî’, Taat
• Muzammil, Yang Terbungkus (surat 74:1)
• Nabî al-Rahmah, Nabinya Rahmat
• Nabî al-Tawbah, Nabinya Tobat
• Nabî, Nabi (banyak terdapat dalam al-Quran)
• Nadzîr, Pemberi Peringatan (surat 33:45 dan sering)
• Najî Allâh, Sahabat Karib Allah (biasanya nama kehormatan Musa)
• Nâjî, Keselamatan
• Nâshir, Yang Menolong. Juga sebuah nama Allah
• Qarîb, Dekat. Juga sebuah nama Allah
• Qâsim, Yang Membagi (sebenarnya Abû’l Qâsim, ayah Qasim yang merupakan kunyah/julukan atau panggilan yang lazim untuk Nabi)
• Qawî, Kuat. Juga sebuah nama Allah
• Quraisyî, Dari Suku Quraisy
• Ra’ûf, Lembut (surat 9:128). Juga sebuah nama Allah
• Rahîm, Penyayang (surat 9:128). Juga sebuah nama Allah
• Rasûl al-Malâhim, Rasulnya Pertempuran-pertempuran Hari-hari Terakhir
• Rasûl al-Rahmah, Rasulnya Rahmat
• Rasûl, Rasul, Utusan (banyak terdapat dalam al-Quran)
• Rasyîd, Yang Terbimbing (surat 11:78)
• Sayyid, Tuan (surat 3:39)
• Shâdiq, Yang Lurus, Tulus, Suci (surat 19:54), digunakan untuk Isma’il
• Shafî Allâh, Sahabat Tulus Allah (biasanya nama kehormatan Adam)
• Sirâj, Dian, Lampu (surat 33:46)
• Syâfi, Yang Menyembuhkan
• Syâhid, Saksi (surat 33:45)
• Syahîd, Yang Menyaksikan, Saksi. Juga sebuah nama Allah
• Syahîr, Termasyhur
• Syakûr, Yang Banyak Bersyukur. Juga sebuah nama Allah
• Thâhâ (surat 20:1)
• Thâsîn (surat 27:1)
• Thayyib, Yang Baik
• Tihâmî, Dari Tihama
• Ummî, Buta Huruf (surat 21:107)
• Walî, Sahabat, Yaitu Menolong, Yang Berbuat Kebaikan. Juga sebuah nama Allah
• Yâ Sîn (surat 36:1)
• Yatîm, Yatim (surat 93:6)
• Zhâhir, Yang Lahir, Eksternal. Juga sebuah nama Allah.

(Annemarie Schimmel)











Wallahu a'lam bishshawab.
Terima kasih, Semoga Bermanfaat

Rabu, 12 Mei 2010

Subhanallah, Ikang Fawzi Sembari Kampanye di Lampung Selatan Masih Sempat Menulis Thesis MBA dari UGM

Penulis membatasi dalam penelitian ini dengan fokus hanya kepada pengelolaan keputusan strategis marketing yang tepat, terkait dengan suatu kondisi tak terduga/krisis sebagai faktor eksternalitas tak terkendali, yang harus dihadapi jajaran manajemen bisnis didalam merancang, menghitung, serta mengambil keputusan strategis yang tepat sasaran sehingga output dari kebijkan yang dikeluarkan pihak manajemen mampu memberikan added value pada outcome.


Penulis akan memberikan penyediaan informasi deskriptif yang saat ini tidak/belum tersedia. Dengan membandingkan bisnis di PT. Taman Impian Jaya Ancol sebelum dan sesudah being embedded dengan elemen entertainment pada bisnis properti-tainment yang diimplementasikan. Sehingga upaya meningkatkan value of the firm menjadi sebuah keniscayaan.

Business-tainment dalam Sistem Pembangunan Berkelanjutan: Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Diksi (kata) entertainment itu sendiri belakangan sering digunakan hampir disemua frasa (kamlimat) pada lini kegiatan bisnis industri diseluruh dunia. Semisal: (1) edu-tainment yaitu untuk kegiatan pendidikan yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (2) sport-tainment yaitu untuk kegiatan olah raga yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (3) socio-tainment yaitu untuk kegiatan sosial yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (4) food-tainment yaitu untuk kegiatan kuliner yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (5) business-tainment yaitu untuk kegiatan usaha yang dikemas dengan penggabungan format hiburan dan lain sebagainya.*

Terkait dengan penjelasan diatas tak lupa peran jender menjadi fokus utama kami berdua--Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Karena kami faham peran gender adalah ibarat sebuah katalis yang mampu me-leverage kehadiran sustainable development.



* Vredenbergt J, Metode dan Teknik Penelitian Manajemen. Gramedia, 1980, hal 132

Doaku Malam Ini untuk Kemenagan Ikang Fawzi & Zainudin Hasan dalam Ridho Allah: Marissa Haque

Doaku Malam Ini untuk Kemenagan Ikang Fawzi & Zainudin Hasan dalam Ridho Allah: Marissa Haque


Ya Allah...kami sekeluarga ingi segalanya yang terbaik dan yang Engkau ridhoi Ya Allaaaah...

Entri Populer